, ,

Hujan Deras Menjelang Aksi Tolak RUU KUHAP, Begini Situasi Gerbang DPR

oleh -984 Dilihat
Hujan Deras Menjelang Aksi

Hujan Deras Menjelang Aksi Tolak RUU KUHAP, Begini Situasi Gerbang DPR

Laporan Dumai — Hujan Deras Menjelang Aksi Gerbang utama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pagi hari ini, 18 November 2025, dipenuhi oleh ratusan massa aksi yang menggelar protes menuntut pembatalan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Meskipun cuaca tidak mendukung dengan hujan deras yang mengguyur sejak subuh, semangat peserta aksi tampak tak surut.

Aksi Unjuk Rasa yang Menarik Perhatian

Sejumlah kelompok masyarakat sipil, mahasiswa, dan aktivis hukum berkumpul di sekitar gedung DPR untuk mengekspresikan penolakan mereka terhadap RUU KUHAP yang sedang dibahas oleh parlemen. Mereka khawatir bahwa undang-undang tersebut berpotensi merugikan hak asasi manusia (HAM), terutama terkait dengan prosedur hukum yang dapat mengekang kebebasan sipil dan memberikan wewenang lebih besar kepada aparat keamanan.

Tanggapan Terhadap RUU KUHAP
Para pengkritik RUU KUHAP menganggap bahwa revisi ini dapat memperburuk sistem peradilan pidana di Indonesia dengan memberi wewenang lebih besar kepada aparat dalam menangani kasus-kasus kriminal. Mereka khawatir bahwa hal ini akan menambah ruang untuk penyalahgunaan kewenangan, yang dapat menekan hak-hak terdakwa dalam proses hukum.Tolak RUU KUHAP, Mahasiswa UI hingga Koalisi Sipil Gelar Demo di Gedung DPR  Jakarta - TribunNews.com

Baca Juga: China Jepang Makin Panas, Beijing Kerahkan Kapal ke Wilayah Sengketa dan Drone

Hujan Deras dan Tantangan Organisasi Aksi
Hujan yang mengguyur sejak pagi tidak menyurutkan semangat peserta aksi. Beberapa kelompok terpaksa menggunakan jas hujan dan payung untuk tetap bertahan, meskipun jalanan dan trotoar di sekitar gerbang DPR tergenang air. Meskipun kondisi cuaca buruk, peserta aksi tetap dengan tegas menyuarakan penolakan mereka melalui orasi dan pembentangan spanduk besar bertuliskan pesan-pesan protes.

Situasi di Gerbang DPR
Situasi di sekitar Gerbang DPR terlihat penuh dengan kendaraan polisi dan barikade untuk mengantisipasi kericuhan. Namun, para peserta aksi sebagian besar menggelar unjuk rasa dengan damai dan tertib. Polisi dan petugas keamanan menjaga jarak, meskipun mereka siaga untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Tuntutan Aksi

Dalam orasi mereka, para pengunjuk rasa menuntut agar DPR dan pemerintah mendengarkan suara rakyat dan mengkaji ulang RUU KUHAP yang dianggap berpotensi merugikan banyak pihak. Beberapa poin yang disuarakan dalam aksi ini antara lain:

Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia: Menuntut agar prosedur hukum yang menjamin kebebasan dan hak terdakwa tetap dilindungi.

Penolakan terhadap Penyalahgunaan Wewenang: Mengkritik potensi besar penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat jika RUU ini disahkan.

Hujan Deras Menjelang Aksi Respons dari Pihak DPR

Sejumlah anggota DPR yang sempat ditemui oleh media menyatakan bahwa mereka terbuka untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait revisi RUU KUHAP. Namun, beberapa anggota juga menegaskan bahwa pembahasan undang-undang ini tetap akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan masukan dari semua pihak.

Pihak keamanan, meskipun siaga, mengimbau agar para peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jalannya kegiatan di DPR. Meskipun hujan deras mengguyur, situasi tetap terkendali dan tidak ada insiden signifikan yang dilaporkan.

Dampak Cuaca pada Aksi

Keberadaan mereka di luar gedung DPR adalah bukti bahwa suara rakyat harus didengar, bahkan dalam kondisi yang kurang ideal.


Kesimpulan:
Aksi tolak RUU KUHAP di Gerbang DPR hari ini berlangsung meski cuaca buruk dan hujan deras. Masyarakat dan aktivis yang hadir mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak negatif dari RUU yang sedang dibahas. Mereka mendesak agar pembahasan dilakukan secara terbuka dan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.