Turkiye Borong Jet Tempur Eurofighter Typhoon dari Inggris: Kesepakatan Ekspor Terbesar dalam Dua Dekade
Laporan Dumai — Turkiye Borong Jet Tempur Turki dan Inggris telah menandatangani kesepakatan besar senilai £8 miliar (sekitar $10,7 miliar) untuk pembelian 20 unit jet tempur Eurofighter Typhoon. Kesepakatan ini menandai ekspor jet tempur terbesar Inggris dalam dua dekade terakhir dan merupakan pesanan baru pertama untuk Typhoon sejak 2017.
Detil Kesepakatan
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Ankara oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Jet-jet tempur ini akan diproduksi di Inggris dan diharapkan mulai dikirim pada tahun 2030. BAE Systems, perusahaan pertahanan asal Inggris, akan memimpin produksi, termasuk perakitan akhir dan integrasi sistem senjata. Sistem radar akan diproduksi oleh Leonardo di Edinburgh, sementara mesin EJ200 akan diproduksi oleh Rolls-Royce di Bristol. 
Baca Juga: Saat Isi BBM Doha Trump dan Emir Qatar Adakan Pertemuan Singkat di Air Force One
Dampak Ekonomi dan Industri
Kesepakatan ini diperkirakan akan mendukung sekitar 20.000 pekerjaan di sektor manufaktur pertahanan Inggris, termasuk di fasilitas BAE Systems di Warton dan Salmesbury. Selain itu, kesepakatan ini juga memperkuat hubungan pertahanan antara Inggris dan Turki, serta meningkatkan keamanan NATO di kawasan tersebut.
Reaksi dan Kontroversi
Meskipun kesepakatan ini disambut positif oleh kedua negara, beberapa kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, mengkritik keputusan Inggris untuk menjual jet tempur kepada Turki di tengah kekhawatiran mengenai catatan hak asasi manusia di Turki. Namun, pemerintah Inggris menekankan pentingnya hubungan strategis dan ekonomi dengan Turki.
Turkiye Borong Jet Tempur Langkah Selanjutnya
Turki berencana untuk membeli tambahan 12 unit Eurofighter Typhoon bekas dari Qatar dan Oman, sebagai bagian dari rencana modernisasi armada tempur udara mereka menjelang peluncuran jet tempur domestik KAAN pada 2028. Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi Inggris untuk menjual lebih banyak jet tempur di masa depan..
Jet-jet ini akan diproduksi di fasilitas BAE Systems di Inggris, dengan pengiriman dijadwalkan mulai 2030.
Selain meningkatkan kapasitas tempur Turki, kesepakatan ini diprediksi akan menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja di sektor manufaktur pertahanan Inggris.




